Ada Apa Dengan Drone Lily?

Pagi ini seperti biasa, bangun tidur –> buka hape –> jalan-jalan di Youtube Iseng-iseng buka channel-nya Om Dave, ga sengaja nemu video ini. Wew, lumayan kaget juga mendengar informasi yang disampaikan. Produsen drone Lily menyatakan bahwa tidak sanggup memenuhi pesanan alias ditutup!

Ada Yang Ga Tau Drone Lily?

lily drone Saya sendiri dulu pertama kali mengetahui Lili adalah dari sebuah video di YT. Kebetulan waktu itu saya sedang “back to aeromodelling” Seingat saya waktu itu belum ada drone komersial yang mempunyai fitur seperti Lily, autonomous fly, alias bisa terbang sendiri. Seperti dapat dilihat di video tersebut, Lily dirancang sebagai drone yang akan terbang sendiri mengikuti aktifitas “tuannya”. Inovasi yang ditawarkan pada waktu itu sebenarnya adalah gabungan dari sebuah drone dengan action cam.

Lily ditawarkan ke calon pembeli menggunakan sistem pre-order. Ditawarkan dengan harga kurang lebih 7 juta (tepatnya lupa, waktu itu sempat kepikiran pengen ambil), adalah hal yang sangat menggiurkan mengingat pada waktu itu harga drone seperti Phantom berada jauh di atasnya.

Lalu Apa Yang Terjadi?

Setelah sedikit googling, mudah diketahui ternyata memang Lily dinyatakan gagal produksi dan akan mengembalikan semua dana pre-order yang sudah terkumpul, seperti dikutip dari techcrunch.com.

At the same time, we have been racing against a clock of ever-diminishing funds. Over the past few months, we have tried to secure financing in order to unlock our manufacturing line and ship our first units – but have been unable to do this. As a result, we are deeply saddened to say that we are planning to wind down the company and offer refunds to customers.

Padahal, Lily dikabarkan berhasil mengumpulkan dana kurang lebih $45M alias kurang lebih Rp 600.000.000.000,- vroh! Berapa tuh coba baca?

Namun, walaupun tidak mampu melakukan produksi secara masal atas produknya tersebut, sebenarnya prototip dari drone Lily sudah beberapa kali dibuat. Bahkan kalau kita mencari di YT sudah banyak pihak yang mencoba drone tersebut. Lalu yang menjadi pertanyaan kenapa tidak jadi diproduksi?

Mungkin, (mungkin lho yaaa…) karena semenjak kemunculan Lily itu di dunia per-drone-nan, lalu muncul banyak drone serupa yang mampu melakukan autonomous flight. Saya pribadi tidak terlalu ingat detailnya, tetapi saya ingat ada beberapa produk serupa yang ditawarkan di media sosial termasuk YT. Selain itu, produsen-produsen drone yang sudah mapan setelah itu juga turut mengembangkan produk serupa, seperti produsen drone DJI yang menyematkan mode autonomous ke dalam lini drone-nya. Hal ini mungkin menjadi penyebab Lily tidak mampu bertahan untuk melanjutkan produksi.

Tapi ingat, hati orang siapa yang tau tetap ada kemungkinan memang Lily adalah scam. Dan kalau memang benar, makan apeslah orang-orang yang sudah pre-order

Pesannya, tetap hati-hati saja kalau sudah masuk ke dunia yang fana ini. Eh, dunia maya maksudnya

WE NEVER KNOW WHO’S THERE…